Perasaan Pria Setelah Putus Hubungan Bisa Lebih Sedih


Dengan semua label yang mengatakan pria super kuat dan tangguh, bukan itu yang terjadi ketika mereka patah hati. Perasaan pria setelah putus cinta bisa lebih buruk daripada wanita. Misalnya, ada penelitian yang menunjukkan bahwa pasangan menikah yang terpisah dari tempat tidurnya mengalami efek yang berbeda. Wanita itu merasa kualitas tidurnya membaik. Di sisi lain, pasangan merasakan efek sebaliknya.

Dampak putus cinta pada pria

Ada banyak hal yang menyebabkan putus cinta memiliki dampak yang lebih besar pada pria daripada wanita, seperti:

Gaya Hidup Berantakan

Dalam sebuah hubungan, pasangan wanita seringkali memberikan motivasi untuk menjalani gaya hidup sehat. Contohnya seperti tidak merokok, tidak terlalu banyak minum alkohol, berolahraga dan sejenisnya.

Tetapi dengan istirahat pengaruh positif ini menghilang. Akibatnya, sangat mungkin bagi seorang pria untuk mencoba atau kembali ke gaya hidup yang tidak sehat, terutama yang berhubungan dengan alkohol dan merokok.

Rentan terhadap Depresi

Menghadapi semua stres di luar sana, seorang pria idealnya ingin kembali ke pasangannya untuk mengeluh. Berbagi cerita saja sudah lebih dari cukup untuk menenangkan perasaan.
Tapi ketika kamu jomblo, tidak ada tempat untuk berbagi cerita saat kamu sedih. Ini meningkatkan risiko mengembangkan depresi.

Untuk membenarkan hal ini, Survei menunjukkan bahwa 71% suami memilih istri mereka sebagai orang pertama yang tahu ketika mereka merasa sedih. Sementara itu, hanya 39% wanita yang memilih suami.

Koneksi Terbatas

Alasan lain mengapa pria merasa lebih tertekan saat patah hati adalah karena koneksi mereka tidak seluas wanita. Bukannya kamu tidak punya teman atau keluarga, tapi dekat dengan orang lain selain pasanganmu tidak terlalu penting.

Hal ini tentunya tidak bisa digeneralisir, karena bisa juga sebaliknya. Namun faktanya, para peneliti telah menemukan bahwa pria cenderung tidak meminta bantuan teman jika mereka sedang patah hati.

Butuh lebih banyak mitra

Jika kita membandingkan seberapa cepat seorang pria dan wanita yang baru bercerai menemukan pasangan baru, pria mungkin lebih cepat. Alasannya adalah bahwa pria membutuhkan perawatan dari istri mereka.

Strategi Pertahanan yang Berbeda

Perpisahan membuat pria merasa lebih marah, membuat mereka lebih mungkin terjebak dalam beberapa hal yang merusak seperti minum dan merokok.

Faktor Biologis

Menariknya, faktor biologis atau hormonal juga berperan dalam hubungan pria dan wanita. Ketika Anda memulai suatu hubungan, tingkat testosteron pria turun, menyebabkan dia merasakan lebih banyak hormon oksitosin.

Hormon cinta membuatnya terlihat mabuk. Tapi saat hubungan berakhir, testosteron naik lagi. Oksitosin juga turun. Oleh karena itu, seringkali ada persepsi bahwa seorang pria dapat menjalani kehidupan normal lebih cepat, bahkan jika hatinya baru saja patah.